Masa Lalu Itu Kenangan, Masa Sekarang Adalah Kenyataan
_Tulisan ini sejujurnya dibuat untuk menyadarkan diri sendiri_
Masa lalu, semua orang tentu pernah melaluinya.
Dan semua masa lalu itu tak berlangsung indah selalu ataupun suram melulu.
Semua berwarna. Berselang-seling.
Tapi masa lalu seperti apa yang biasa kau kenang?
Tentu yang berkesan.
Dan semua masa lalu itu tak berlangsung indah selalu ataupun suram melulu.
Semua berwarna. Berselang-seling.
Tapi masa lalu seperti apa yang biasa kau kenang?
Tentu yang berkesan.
Mungkin saya tipe orang yang terlalu memasukkan kenangan terlalu dalam di rekaman otak. Sehingga begitu melekat dan terkadang terlalu melankolis saat menyadari itu hanya kenangan. Sesuatu yang sudah terlewati atau terjadi. Dan momen kenangan tersebut tak kan pernah terulang persis. Dan saya menyadari itu. Tapi lagi-lagi saya terlalu melankolis untuk menghadapinya. Sehingga pun lagi-lagi saya suka teringat, sangat-sangat rindu pada momen itu.
Dan kemarin, saya baru menyadari. Orang lain lebih bisa bersikap dewasa dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Mereka tetap merekam kenangan-kenangan berkesan itu dalam otak dan hatinya namun tak melulu mengingnkannya kembali. Pun tak melulu menangis meratap merindunya. Karna waktu terus berputar ke depan mengukir masa-masa berikutnya yang akan menjadi kenangan selanjutnya.
Seperti kenangan dengan arum. Mungkin dulu, di awal masa kuliah kami (arum, siti, murni, dan saya) pernah mengukir indahnya ukhuwah. Indahnya berjuang. Dan kebersamaan itu menjadi kenangan saat ini. Ia menguak ketika arum harus pergi meninggalkan kami yang tersisa.
Sedih? Tentu.
Rindu? Apalagi. Rindu ingin seperti dulu. Ada “ikatan” diantara kami.
Saat saya begitu larut dengan kesedihan dan kerinduan akan masa itu, saya pun disadarkan. Ternyata orang-orang yang pun dulu dekat dengan arum sepertinya tiul dan ade2 binaannya. Lihatlah mereka!! Mereka tetap menjalankan hari-hari secara normal. Mereka terus beraktivitas seperti biasanya. Saya yakin, bukan berarti mereka tak merindu kenangan masa lalu. Pasti ada rindu. Tapi rindunya tak menghalangi mereka untuk menjalani masa kini. Karena..
Sedih? Tentu.
Rindu? Apalagi. Rindu ingin seperti dulu. Ada “ikatan” diantara kami.
Saat saya begitu larut dengan kesedihan dan kerinduan akan masa itu, saya pun disadarkan. Ternyata orang-orang yang pun dulu dekat dengan arum sepertinya tiul dan ade2 binaannya. Lihatlah mereka!! Mereka tetap menjalankan hari-hari secara normal. Mereka terus beraktivitas seperti biasanya. Saya yakin, bukan berarti mereka tak merindu kenangan masa lalu. Pasti ada rindu. Tapi rindunya tak menghalangi mereka untuk menjalani masa kini. Karena..
Masa Lalu Itu Kenangan, Masa Sekarang Adalah Kenyataan
Namanya juga kenangan. Jadi cukuplah untuk dikenang bukan diratapi terlalu dalam. Dan hari ini adalah kenyataan. Dimana kita akan mengukir kenangan-kenangan berikutnya.
alhamdulillah






0 komentar:
Posting Komentar